Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Pakan’ Category

Kambing Makan Debog

Sebagian kita mungkin belum pernah melihat kambing yang diberi pakan  gedebog pisang. Pertama kali melihat saya juga agak heran. Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah gizi-nya juga ada? Apakah kambing tersebut dapat tercukupi kebutuhan nutrisinya? kok bisa mau kambing tsb makan gedebog? dsb,..

Begitulah pakan fermentasi, Pakan dengan kualitas yang rendah sekalipun seperti jerami kering, rerumputan kering, asalkan itu serat dan tidak beracun, dapat digunakan menjadi pakan yang berkualitas tinggi. Sehingga pakan-pakan yang pada musim kemarau sulit didapat menjadi mudah dibuat. Artinya kesetabilan dalam memperoleh pakan yang selama ini jadi kendala akan teratasi dengan memanfaatkan pembuatan pakan fermentasi.

Bagaimana dengan nutrisinya? itulah yang menggembirakan. Dengan pakan yang telah difermentasi pertumbuhan dagingnya menjadi sangat baik. Pada bakalan (umur 4 bln atau lepas sapih kambing gibas) pertumbuhan dagingnya mencapai 6 kg per bulan. Pertumbuhan yang signifikan bukan?

Lantas, sejauh mana pakan fermentasi tersebut bisa membantu peternak mikro? inilah peluang kita. Jika selama ini pemanfaatan pakan fermentasi hanya oleh peternak besar maka dengan “transfer pengetahuan” peternak mikro pun dapat membuat pakan fermentasi sendiri. mudah dan murah.

Lalu siapa yang akan melakukan “transfer pengetahuan” kepada peternak mikro?

Pada tahap awal kami membuka kerjasama untuk percontohan yang mana peternak mikro sebagai pengelola dan kami sebagi investor. Sambil berjalan dapat dilakukan transfer pengetahuan tersebut. setelah percontohan tersebut benar benar berjalan, maka dengan sendirinya peternak lain pun akan ikut meniru. Dan jika ini menyebar maka akan ada penyebaran secara massiv yang sangat positif tanpa perlu tambahan biaya apapun.

Silakan menghubungi kontak ini atau dengan meninggalkan comment di bawah untuk pengajuan kerjasama tsb.

Salam Kambing,
Mbeeekkkk,..

Read Full Post »

Sekitar 20 tahun yang lalu oleh ayah saya dibelikan 2 ekor kambing sampai beberapa waktu kemudian berkembang menjadi beberapa ekor sapi, hingga dapat digunakan untuk menyekolahkan kami 4 bersaudara. Untuk pencarian pakan saat itu masih sangat mudah. Saya dengan mudah mendapatkan rerumputan yang sangat disukai oleh ternak kami. Dan setiap hari sambil berangkat sekolah ternak ternak tsb dapat di-angon-kan (digembalakan) ke tanah lapang maupun sawah yang ditumbuhi rerumputan. Pengelolaan ternak pun tidak ada kendala.

Saat ini ketika memasuki musim kemarau, kebanyakan peternak mikro menjual ternaknya. karena kesulitan pakan. sehingga harga ternak menjadi turun dan peternak pun mengalami kerugian. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi jika peternak mau sedikit menerapkan teknologi pembuatan pakan. Yang mana saat ini telah dapat dibuat pakan fermentasi.

Pakan fermentasi terbuat dari serat seperti jerami, gedebog pisang maupun rerumputan yang di olah secara fermentasi. Hasilnya, pakan fermentasi mampu memberikan asupan nutrisi sangat baik daripada hijauan biasa. Dan yang menggembirakan adalah biaya produksinya jauh lebih kecil, lebih praktis dan tidak perlu ngarit setiap hari. sehingga pengelolaan ternak tsb dapat di intensifkan.

Jika 20 tahun yang lalu ayah saya memilih kambing sebagai sarana investasi, Kini pun cara tersebut masih relevan bahkan lebih menarik untuk dilakukan kembali. Ada beberapa faktor untuk dapat mengatakan mengatakan beternak kambing saat ini lebih menarik, yakni;

Satu, potensi imbal hasil. Potensi imbal hasil beternak kambing saat ini lebih menarik daripada 20 tahun yang lalu. Jika dulu yang dapat dijual hanya kambingnya saja. Saat ini, urine, indil-indil (kotoran kambing) dapat laku dijual untuk menutupi kebutuhan harian. Kambingnya sendiri, dengan pengelolaan secara intensif mampu memberikan pertumbuhan antara 10-20% per bulan.

Dua, Kemudahan. Kemudahan dalam hal ini adalah kemudahan untuk memulai dan kemudahan pengelolaan. Untuk memulai usaha ternak kambing sangat terjangkau. Dimulai satu ekor pun sudah jalan. Kemudahan pengelolaan, saat ini telah banyak penggunaan pakan fermentasi sebagai solusi sulitnya pakan hijauan.

Dan ketiga, Kemudahan likuiditas. Kambing sangat mudah di-uang-kan. Harganya relatif stabil, bahkan tidak tergerus inflasi. Dan pada masa-masa puncak seperti Hari Raya Qurban harganya menjadi sangat menarik.

 Image

Selain ketiga faktor diatas, kebutuhan nasional terhadap daging juga masih ditutup dengan import. padahal daging daging tsb sebenarnya dapat kita cukupi sendiri dari dalam negeri. yang jika ini terjadi maka selain menyehatkan neraca perdagangan negara, saudara saudara peternak kita juga mendapat pekerjaan dan pembeli pun mendapat harga yang lebih stabil daripada import.

 

Salam Indonesia

 

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.